Primary tabs

ARTIKEL KESEHATAN : KEPATUHAN LANSIA UNTUK MINUM OBAT

ARTIKEL KESEHATAN : 

OLEH 

Rusmawaty Sitorus,S.Kep.,Ns.

.

Penanganan klien  dengan usia lanjut yang dilakukan secara rutin akan membuat klien  dapat mengendalikan rangsangan emosi dan pikiran. Cara yang dapat dilakukan dengan beberapa hal diantaranya, dukungan keluarga, dukungan masyarakat, layanan kesehatan  yang memadai dan tanggap terhadap kesehatan klien , dan pengobatan secara rutin, akan tetapi penanganan tersebut masih terhalang suatu permasalahan dimana masih banyak klien yang tidak patuh minum obat. klien yang tidak patuh terhadap pengobatan suatu saat akan mengalami kekambuhan apabila tidak ditangani dan diobati dengan tepat. Kekambuhan biasanya terjadi karena adanya kejadian buruk sebelum mereka kambuh dan juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor internal dan faktor eksternal. Pada faktor eksternal kekambuhan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, dukungan petugas kesehatan. Dengan kurangnya dukungan dan perhatian keluarga, maka penderita merasa dirinya terasingkan dan juga merasa rendah diri dan akan memicu terjadinya kekambuhan berulang pada lansia tersebut.

Kepatuhan adalah perilaku individu (misalnya: minum obat, mematuhi diet, atau melakukan perubahan gaya hidup) sesuai anjuran terapi dan kesehatan. Tingkat kepatuhan dapat dimulai dari tindakan menghindari dari setiap aspek anjuran hingga mematuhi rencana . Kepatuhan minum obat adalah suatu bentuk  perilaku yang ditunjukan oleh lansia dalam minum obat sesuai dengan jadwal dan dosis obat yang dianjurkan, dikatakan patuh apabila minum obat sesuai dengan aturan dan waktu yang tepat, dikatakan tidak patuh apabila lansia tidak mau minum obat sesuai aturan dan waktu yang sudah dianjurkan.

Dukungan keluarga bermanfaat besar bagi proses penyembuhan penyakit, dimana dukungan keluarga dapat menurunkan kekambuhan pasien dan rehospitalisasi. Untuk mematuhi program pengobatan, penderita lansia yang disertai dengan penyakit lain  dalam masa rehabilitasi yang dirawat oleh keluarga sendiri di rumah atau rawat jalan memerlukan dukungan . Dukungan keluarga sangat penting terhadap pengobatan pasien gangguan jiwa, karena pada dasarnya klien belum mampu mengatur dan mengetahui jadwal dan jenis obat yang harus diminum, karna perlu diketahui klien lansia sering lupa. Keluarga harus selalu membimbing dan juga mengarahkan agar klien dapat minum obat dengan benar dan teratur..

A. Terdapat empat faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan minum obat,

1.  Faktor Individu

Faktor individu seperti  umur, jenis kelamin, gangguan kognitif dan psikopatologi. Secara umum dikatakan tingkat kepatuhan wanita lebih tinggi dari pria dan wanita muda lebih patuh daripada wanita tua. Hal ini disebabkan karena klien mengalami kurang motivasi yang mengakibatkan dampak negatif dalam mengikui pengobatan

2.  Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan yang mempengaruhi kepatuhan adalah dukungan keluarga dan finansial, ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan, sikap terhadap pengobatan, adanya pengawasan terhadap pengobatan.

3. Faktor yang Berhubungan Dengan Tenaga Kesehatan

Faktor ini meliputi adanya pemberian informasi terhadap perawatanyang dapat dilakukan dirumah setelah klien dirawat.

4. Faktor yang Berhubungan Dengan Pengobatan

Beberapa klien yang mengalami efek samping pengobatan terbukti memiliki kepatuha yang rendah, sementara beberapa klien yang tidak mengalami efek samping pengobatan justru memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi. Masalah lain dalam pengobatan adalah masa pencapaian efek terapi dan jumlah obat yang dikonsumsi. Klien terkadang justru merasakan efek samping terlebih dahulu dibandingkan efek positif terapi. Sedangkan jumlah jenis obat yang diminum juga memiliki pengaruh dalam kepatuhan minum obat klien, karena umumnya klien mendapatkan regimen terapi yang kompleks yaitu mengkonsumsi dua atau lebih jenis obat beberapa kali sehari.

B. Ada 6 Cara Minum obat yang harus diperhatikan baik petugas kesehatan maupun keluarga dari pasien, diantaranya adalah :

1. Benar Nama Klien

2. Benar Obat

3. Benar Dosis Obat

4.  Benar Waktu Pemberian

5. Benar Cara Pemberian (rute)

6. Benar Dokumentasikan.

C. Aspek-aspek Kepatuhan Minum obat Berdasarkan teori kepatuhan, diketahui bahwa kepatuhan minum obat terdiri atas beberapa aspek, di antaranya:

1. Forgetting, yaitu sejauh mana pasien melupakan jadwal untuk meminum obat. Pasien yang menunjukkan kepatuhan minum obat yang tinggi memiliki frekuensi kelupaan dalam mengkonsumsi obat yang rendah.

2. Carelessness, yaitu sikap mengabaikan yang dilakukan pasien dalam masa pengobatan, seperti melewatkan jadwal meminum obat dengan alasan lain selain karena lupa. Pasien yang menunjukkan kepatuhan minum obat yang tinggi mampu bersikap hati-hati atau dengan penuh perhatian mengontrol dirinya untuk tetap mengkonsumsi obat.

3. Stopping the drug when feeling better, or starting the drug when feeling worse, yaitu penghentian pengobatan tanpa sepengetahuan dokter atau penyedia kesehatan lainnya saat merasa obat yang dikonsumsi membuat kondisi tubuh menjadi lebih buruk atau ketika merasa tidak perlu lagi mengkonsumsi obat karena kondisi tubuh dirasa telah membaik.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.alomedika.com/Kepatuhan Pasien Mengonsumsi Obat - Alomedika

Ramdan P Yusup.2012.Pengetahuan Dasar Obat Untuk Perawan.Bandung:LCN Press Entrepreneur

DiaksesPada2019,Ns.Aulia.https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/16233/05.%202%20bab%...

Diakses Pada 2019, Munandar. epository.um-surabaya.ac.id/5651/3/BAB_2.pdf.Jurnal

 

 

Penulis: 
Rusmawaty Sitorus,S.Kep.,Ns.J (JFT Perawat )
Sumber: 
UPT Panti Bina Serumpun Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kep.Bangka Belitung

Artikel

07/09/2022 | Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Prov.Kep.Bangka Belitung
01/09/2022 | Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kep.Bangka Belitung
31/08/2022 | UPT Panti Bina Serumpun Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kep.Bangka Belitung
31/08/2022 | Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kep.Bangka Belitung
31/08/2022 | UPT Panti Bina Serumpun Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kep.Bangka Belitung
29/12/2021 | Mustikawati, S.Kep
04/12/2020 | Ns. MUSTIKAWATI, SKep
15/03/2016 | Wuri Handayani. S.Psi
31/12/2021 | Raden Imam Bramono, S.Kep., Ners
22/03/2016 | Dwi Ratna Lakitasari, S.Psi.