Primary tabs

ARTIKEL KESEHATAN : MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP DAN PENGETAHUAN LANSIA PENDERITA REMATIK DIPANTI SOSIAL

Memasuki usia tua berarti mengalami kemunduran fisik yang ditandai dengan kulit mengendur, rambut memutih, gigi mulai ompong, pendengaran kurang jelas, penglihatan semakin memburuk, gerakan lambat dan figur tubuh yang tidak proporsional serta menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita. Menua bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan proses yang berangsur-angsur mengakibatkan perubahan kumulatif, merupakan proses menurunnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam dan luar tubuh . Banyak penyakit yang terjadi pada lansia dipengaruhi oleh proses penuaan, usia, status pekerjaan, makanan dan aktivitas fisik adalah penyakit hipertensi, diabetes mellitus, kardiovaskuler dan penyakit Rematik. Salah satu golongan penyakit rematik yang sering menyertai usia lanjut yang menimbulkangangguan muskuloskeletal terutama adalah osteoartritis . Kejadian penyakit tersebut akan makin meningkat sejalan dengan meningkatnya usia manusia. Salah satu penyakit yang berhubungan dengan nyeri pada persendian dan tulang yang biasa dikeluhkan lansia akibat nyeri yang dirasakan sangat mengganggu aktivitas adalah Rematik

Rematik atau rheumatoid arthritis adalah salah satu jenis peradangan kronis yang menyerang sendi. Namun, tak hanya itu, pada kasus tertentu, rematik juga bisa menyerang bagian tubuh lainnya, seperti kulit, mata, paru-paru, jantung, hingga pembuluh darah. Sebagai salah satu gangguan autoimun, rematik bisa terjadi saat sistem imunitas tak sengaja menyerang jaringan yang terdapat pada tubuh. Rematik biasanya menyerang lapisan sendi, sehingga menyebabkan bengkak pada bagian tertentu pada tubuh yang berdampak pada pengeroposan tulang dan pengapuran sendi. Nah, meski bisa terjadi pada siapa saja dari berbagai kelompok usia, banyak anggapan yang menyebutkan bahwa rematik lebih rentan terjadi pada lansia. Berikut adalah beberapa tanda dan gejala yang mungkin muncul pada penderita rematik:

  1. Sendi membengkak dan terasa hangat.
  2. Sendi kaku yang biasanya akan semakin terasa parah pada pagi hari atau saat tak digerakkan.
  3. Kelelahan, demam, dan lansia kehilangan nafsu makan.
  1. Mengatasi rematik pada lansia

Meski lansia lebih rentan mengalami rematik, bukan berarti Anda semakin kesulitan mengatasi kondisi ini. Ada beberapa jenis pengobatan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kondisi ini.

1. Obat-obatan

Salah satu metode pengobatan yang bisa Anda coba untuk mengatasi rematik pada lansia adalah penggunaan obat rematik, seperti berikut:

  1. NSAIDs, untuk meredakan rasa sakit dan peradangan.
  2. Steroid, untuk meredakan peradangan dan memperlambat kerusakan pada sendi.
  3. Disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs), untuk memperlambat progres dari penyakit rematik dan menyelamatkan sendi dari kerusakan permanen.

 

2. Terapi fisik

Metode lain yang bisa Anda jalani untuk mengatasi rematik pada lansia adalah terapi fisik. Sesuai saran dokter, bersama ahli terapi fisik, lansia bisa menjalani penanganan untuk rematik dengan menjalani terapi ini. Biasanya, terapi untuk rematik bertujuan membantu pasien untuk mempertahankan kelenturan sendi. Selain itu, ahli terapi juga bisa membantu pasien melakukan aktivitas sehari-hari dengan cara yang lain jika memang kondisi sudah tidak memungkinkan untuk mempertahankan kelenturan pada persendian. Terapi seperti ini tentu lebih aman untuk lansia dibandingkan dengan penggunaan obat-obatan dengan risiko interaksi dan efek sampingnya.

3. Operasi

Pada kondisi yang tergolong parah, penanganan yang tepat untuk mengatasi rematik adalah dengan menjalani operasi. Terlebih jika penggunaan obat-obatan atau terapi fisik tetap tidak mampu memperlambat proses kerusakan sendi. Biasanya, pada saat itu, dokter akan menyarankan Anda menjalani operasi untuk memperbaiki sendi yang rusak. Operasi untuk rematik dapat membantu mengembalikan fungsi sendi yang telah rusak. Selain itu, operasi juga dapat membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan fungsinya. Namun, Anda perlu mempertimbangkan risiko operasi yang mungkin terjadi, misalnya pendarahan, infeksi, dan munculnya rasa sakit.

  1. Meningkatkan kualitas hidup lansia penderita rematik

Menurut Center of Disease Control and Prevention (CDC), ada beberapa cara yang bisa lansia lakukan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup meski mengalami rematik, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Rutin berolahraga

Kebiasaan rutin berolahraga memang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan lansia, termasuk meningkatkan kualitas hidup. Setidaknya, lansia perlu berolahraga sebanyak 150 menit dalam satu minggu. Jenis olahraga untuk lansia sangat beragam dan tergantung pada kemampuannya. Selain membantu meningkatkan kualitas hidup pada lansia yang mengalami rematik, rutin berolahraga juga dapat mengurangi risiko mengalami berbagai penyakit kronis lain, seperti penyakit jantung, depresi, dan kencing manis.

      2. Menjaga berat badan ideal

Memiliki berat badan berlebih memang bukan hal yang menguntungkan. Hal ini juga berlaku pada lansia, sehingga penting untuk bisa mempertahankan berat badan tetap ideal. Apalagi, obesitas dapat memperparah kondisi rematik pada lansia. Anda bisa melakukannya dengan menjaga pola makan sehat lansia, mengatur porsi makan lansia, dan melakukan gaya hidup sehat lain untuk lansia. Dengan begitu, selain menjaga kesehatan, Anda juga bisa menjaga berat badan tetap ideal.

     3. Berhenti merokok

Jangan berpikir bahwa tidak ada lansia yang merokok, karena masih banyak orang dengan usia senja yang masih bersikukuh mempertahankan kebiasaan tak sehatnya ini. Padahal, kebiasaan merokok dapat menjadi penyebab bertambah buruknya kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh. Apalagi jika Anda memiliki masalah kesehatan tertentu. Tak hanya itu, kebiasaan merokok juga dapat mempersulit Anda untuk tetap aktif secara fisik, misalnya berolahraga. Masalahnya, rutin berolahraga memiliki peranan penting dalam penanganan rematik pada lansia. Untuk itu, segeralah berhenti merokok sebelum terlambat.

     4. Mempelajari cara penanganan penyakit secara mandiri

Anda akan lebih mudah mengelola dan menangani rematik jika telah mengenalnya dengan baik. Artinya, Anda perlu memahami terlebih dahulu mengenai penyakit ini. Lalu, Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara mengontrol gejala yang muncul. Tak lupa, penting untuk memahami bagaimana penyakit ini memengaruhi hidup Anda. Dengan memahami hal-hal tersebut, akan lebih mudah bagi Anda mengelola dan mengontrol rematik pada lansia secara mandiri. Selain itu, Anda juga bisa menghindari hal-hal yang seharusnya tak dilakukan saat mengalami kondisi ini sehingga lansia tetap sehat dan bugar.

Referensi : https://www.bing.com/images/sear artikel Kesehatan Tentang Penyakit Rematik Pada Lansia.

Penulis: 
Juwita,S.Kep.,Ners. | Perawat Panti Sosial Bina Serumpun Dinas SosialPMD BABEL
Sumber: 
Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kep.Bangka Belitung

Artikel

01/12/2021 | Perawat Pada Panti Sosial Bina Serumpun Sebalai (UPTD.DINSOSPMD)
18/11/2021 | Perawat Pada Panti Sosial Bina Serumpun Sebalai (UPTD.DINSOSPMD)
23/09/2021 | Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kep.Bangka Belitung
23/09/2021 | Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kep.Bangka Belitung
22/09/2021 | Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kep.Bangka Belitung
04/12/2020 | Ns. MUSTIKAWATI, SKep
15/03/2016 | Wuri Handayani. S.Psi
22/03/2016 | Dwi Ratna Lakitasari, S.Psi.
14/12/2016 | MUSTIKAWATI, S.Kep