Primary tabs

LANGKAH-LANGKAH MEMPERTAHANKAN ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL

LANGKAH-LANGKAH MEMPERTAHANKAN ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) PADA LANSIA  DI PANTI SOSIAL 

Di Susun Oleh :

Rusmawaty Sitorus,S.Kep.,Ners

 

nasional dari sisi kesehatan. Namun perubahan struktur penduduk akan mempengaruhi angka beban ketergantungan pada lansia, diperkirakan angka ketergantungan lansia akan terus mengalami peningkatan (Kementrian Kesehatan RI, 2013). Hal tersebut tentunya akan berpengaruh pada kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-hari (Activities of Daily Living-ADL) sehingga dapat menurunkan kualitas hidup lansia ( Usia lanjut adalah fase menurunnya kemampuan akal dan fisik, yang di mulai dengan adanya beberapa perubahan dalam hidup. Sebagai mana di ketahui, ketika manusia mencapai usia dewasa, ia mempunyai kemampuan reproduksi dan melahirkan anak.

Ketika kondisi hidup berubah, seseorang akan kehilangan tugas dan fungsi ini, dan memasuki selanjutnya, yaitu usia lanjut, kemudian mati. Bagi manusia yang normal, siapa orangnya, tentu telah siap menerima keadaan baru dalam setiap fase hidupnya dan  mencoba menyesuaikan diri dengan kondisi lingkunganya. Para perencana dan pengambil keputusan menaruh perhatian pada aspek lanjut usia yang sehat dan sakit-sakitan mengingat usia yang panjang, tetapi sakit-sakitan akan menguras banyak sumber daya dan akan menggangu aktifitas sehari-hari lansia. Keterbatasan gerak merupakan penyebab utama gangguan aktifitas hidup keseharian (activity of daily living – ADL) dan IADL (ADL Instrumen) .

 Aktifitas sehari-hari yang harus dilakukan oleh lansia ada lima macam diantaranya makan, mandi, berpakaian, mobilitas dan toieting. Untuk memenuhi kebutuhan lansia diperlukan pengetahuan atau kognitif dan sikap yang dapat mempengaruhi perilaku lansia dalam kemandirian pemenuhan kebutuhan ADL. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang, semakin tinggi pengetahuan seseorang semakin baik kemampuannya terutama kemampuannya dalam pemenuhan kebutuhan ADL. Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek sehingga orang bisa menerima, merespon, menghargai, bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan ADL. Sikap belum tentu terwujud dalam tindakan, sebab untuk terwujudnya perilaku perlu faktor lain antara yaitu fasilitas atau sarana dan prasarana.

 Perilaku merupakan suatu kegiatan atau aktivitas organisme (makhluk hidup) yang bersangkutan. Perilaku itu terbentuk di dalam diri seseorang dari dua faktor utama yakni faktor dari luar diri seseorang (faktor eksternal) dan faktor dari dalam diri seseorang yang bersangkutan (faktor internal). Oleh karena itu perilaku manusia sangat bersifat kompleks yang saling mempengaruhi dan menghasilkan bentuk perilaku pemenuhan kebutuhan ADL pada lansia. Setiap insan manusia merupakan makhluk hidup yang unik yang tidak bisa sama atau ditiru satu sama lain, akan tetapi mempunyai satu persamaan pada berbagai kebutuhan yang berdasarkan pada hirarki Maslow. 

Pada saat ini lansia kurang sekali mendapatkan perhatian serius ditengah keluarga dan masyarakat terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan aktifitas sehari-hari/ ADL. Hal ini disebabkan karena lansia  mempunyai keterbatasan waktu, dana, tenaga dan kemampuan untuk merawat diri.  sedangkan keluarga tidak mampu untuk membantu lansia. Maka rumah jompo atau panti sosial dapat menjadi pilihan mereka. 

Panti sosial atau panti werdha adalah suatu institusi hunian bersama dari para lanjut usia yang secara fisik dan kesehatan masih mandiri dimana kebutuhan harian dari para penghuni biasanya disediakan oleh pengurus panti (Sedangkan menurut Jhon (2008), panti werdha adalah tempat dimana berkumpulnya orang – orang lansia yang baik secara sukarela ataupun diserahkan oleh pihak keluarga untuk diurus segala keperluannya. Tempat ini ada yang dikelola oleh pemerintah dan ada yang dikelola oleh swasta. Dirumah jompo para lansia akan menemukan banyak teman sehingga diantara mereka saling membantu, saling memberikan dukungan dan juga saling memberikan perhatian khususnya dalam pemenuhan kebutuhan ADL. 

Penurunan Activity of DailyLiving (ADL) pada lansia disebabkan oleh persendian yang kaku, pergerakan yang terbatas, waktu bereaksi yang lambat, keseimbangan tubuh yang jelek, gangguan peredaran darah, keadaan yang tidak stabil bila berjalan, gangguan penglihatan dan gangguan pendengaran. Ketergantungan pada lansia jika tidak segera diatasi, maka akan menimbulkan beberapa akibat seperti gangguan sistem tubuh, timbulnya penyakit, dan menurunnya Activity of Daily Living (ADL) . Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada lansia adalah dengan senam lansia, karena manfaat senam lansia bagi kesehatan adalah sebagai upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Manfaat tersebut ditinjau secara fisik, psikis dan sosial. Manfaat fisik senam lansia menjaga tekanan darah tetap stabil, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga berat badan ideal, menguatkan tulang dan otot, meningkatkan kelenturan tubuh dan meningkatkan kebugaran (Nisak, 2012). Sehubungan dengan latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pengaruh senam lansia terhadap kemandirian Activity Daily Living (ADL) pada lansia

A. Langkah-Langkah Mempertahankan Activity Of Daily Living (ADL) Pada Lansia

1. Latihan kepala dan leher 

a. Lihat keatap kemudian menunduk sampai dagu ke dada

b. Putar kepala dengan melihat bahu sebelah kanan lalu sebelah kiri

c. Miringkan kepala ke bahu sebelah kanan lalu kesebelah kiri.

2. Latihan bahu dan lengan

a. Angkat kedua bahu ke atas mendekati telinga kemudian turunkan kembali perlahan-lahan

b. Tepukan kedua telapak tangan dan renggangkan lengan kedepan lurus dengan bahu. Pertahankan bahu tetap lurus dan kedua tangan bertepuk kemudian angkat lengan keatas kepala.

c. Satu tangan menyentuh bagian belakang dari leher kemudian raihlah punggung sejauh mungkin yang dapat dicapai. Bergantian tangan kanandan kiri.

d.  Letakan tangan di punggung kemudian coba meraih keatas sedapatnya.

3. Latihan tangan

a. Letakan telapak tangan diatas meja. Lebarkan jari-jarinya dan tekan ke meja

b. Baliklah telapak tangan. Tariklah ibu jari melintasi permukaan telapak tangan untuk menyentuh jari kelingking. Kemudian tarik kembali. Lanjutkan dengan menyentuh tiap-tiap jari dengan ibu jari dan kemudian setelah menyentuh tiap jari.

c.  Kepalkan tangan sekuatnya kemudian renggangkan jari-jari selurus mungkin.

4. Latihan punggung

a. Dengan tangan disamping bengkokan badan kesatu sisi kemudian kesisi yang lain.

b. Letakan tangan dipinggang dan tekan kedua kaki, putar tubuh dengan melihat bahu kekiri dan kekanan..

c. Tepukan kedua tangan dibelakang dan regangkan kedua bahu ke belakang.

5. Latihan paha

a. Latihan ini dapat dilakukan dengan berdiri tegak dan memegang sandaran kursi atau dengan posisi tiduran.

b. Lipat satu lutut sampai pada dada dimana kaki yang lain tetap lurus, dan tahan beberapa waktu.

c.  Duduklah dengan kedua kaki lurus kedepan. Tekankan kedua lutut pada tempat tidur hingga bagian belakang lutut menyentuh tempat tidur.

d.  Pertahankan kaki lurus tanpa membengkokan lutut, kemudian tarik telapak kaki kearah kita dan regangkan kembali.

e. Tekuk dan regangkan jari-jari kaki tanpa menggerakan lutut.

f. Pertahankan lutut tetap lurus, putar telapak kaki kedalam sehingga permukaannya saling bertemu kemudian kembali lagi.

g.  Berdiri dengan kaki lurus dan berpegangan pada bagian belakang kursi. Angkat tumit tinggi-tinggi kemudian putarkan.

6. Latihan pernafasan

Duduklah di kursi dengan punggung bersandar dan bahu relaks. Letakkan kedua telapak tangan pada tulang rusuk. Tarik nafas dalam-dalam maka terasa dada mengambang. Sekarang keluarkan nafas perlahan-lahan sedapatnya. Terasa tangan akan menutup kembali.

7. Latihan muka

a. Kerutkan muka sedapatnya kemudian tarik alis keatas

b. Tutup mata kuat-kuat, kemudian buka lebar-lebar

c. Kembangkan pipi keluar sebisanya. Kemudian isap kedalam

d. Tarik bibir kebelakang sedapatnya, kemudian ciutkan dan bersiul

 

DAFTAR PUSTAKA

ADL pada Lansia (Tugas Hamida Ny enal) | Amriani Hamzah Dara Daeng Makassar

Penulis: 
Rusmawaty Sitorus,S.Kep.,Ners
Sumber: 
Perawat Pada Panti Sosial Bina Serumpun Sebalai (UPTD.DINSOSPMD)

Artikel

01/12/2021 | Perawat Pada Panti Sosial Bina Serumpun Sebalai (UPTD.DINSOSPMD)
18/11/2021 | Perawat Pada Panti Sosial Bina Serumpun Sebalai (UPTD.DINSOSPMD)
23/09/2021 | Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kep.Bangka Belitung
23/09/2021 | Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kep.Bangka Belitung
22/09/2021 | Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kep.Bangka Belitung
04/12/2020 | Ns. MUSTIKAWATI, SKep
15/03/2016 | Wuri Handayani. S.Psi
22/03/2016 | Dwi Ratna Lakitasari, S.Psi.
14/12/2016 | MUSTIKAWATI, S.Kep